Mimpimu, Mimpiku.

Manusia adalah pengejar mimpi, karena tanpa mimpi kita masih akan berada di dalam goa, mencatat di dinding kapur, berburu untuk bertahan hidup.

Mimpi adalah tujuan yang membuat kita bergerak maju, kadang berlari, kadang berjalan perlahan. Mimpi memberi alasan atas setiap hembusan dan tarikan nafas, memberikan makna terhadap arti kehidupan.

Mimpilah yang menyatukan manusia, negara-negara bersatu karena mimpi yang sama, berperang karena mimpi yang berbeda.

Mewujudkan mimpi tak bisa sendiri, karena bagaikan susunan DNA, mimpi terdiri dari mimpi-mimpi yang saling mendukung, terjalin satu sama lain dengan satu tujuan.

Masih ingatkah kamu? Pertanyaan tentang mimpimu.

Jawabanmu memberikan alasan untuk mimpiku tetap hidup.

Mimpimu, mimpiku.

 

 

 

 

Advertisements

Patah Hati

Meretas rencana membangun mimpi.

Sempat ada kita menyatu dari dua diri.

Angin berhembus udara tersibak.

Anganpun pupus tak meninggalkan jejak.

Tak ada lagi engkau, apalagi kita.

Tinggallah biru yang meninggalkan tanya.

The Opposite

Kapan saat kita mengerti arti dari sebuah “rumah”?

Saat kita pergi meninggalkan atap tempat hidup bernaung.

Kapan saat kita mengenal arti sebuah kehangatan?

Saat kita menggigil di bawah siraman hujan.

Kapan saat kita merindukan arti sebuah kasih sayang?

Saat kita termenung sendiri tanpa ada seorangpun untuk dipandang.

Sometimes, we need to be in the opposite condition to feel things that we want.

Berada di kejauhan untuk merindukan kedekatan.
Mengalami patah hati untuk merasakan cinta.

Sometimes we need to let go, so she/he can coming back home.

Every bitter things will remind you of the sweeter one. That’s the art of life.

Tahukah kamu?

Tahukah kamu?

Ada suatu malam disaat bintang berhenti bersinar dan rembulan bersembunyi di balik awan.

Itulah saat dimana kamu tersenyum kepada langit malam.

Tahukah kamu?

Ada suatu pagi dimana angin terlalu malu untuk berhembus dan mentari hanya tersipu kemerahan.

Itulah saat dimana kamu menatap embun pagi dengan keindahan matamu.

Tahukah kamu?

Ada suatu hari dimana jantungku melupakan detaknya, dan nafasku membeku.

That will be the day when you say I do.

The World of My Rain

Hujan…selalu datang kapanpun dia mau. Pagi, siang, malam, kadang dengan tanda, kadang tak terasa.

Hujan, terkadang tercurah tanpa henti, terkadang berhenti seperti tak memiliki hati. Tapi, hujan akan selalu ada, hujan akan selalu tiba. Tidak peduli dunia suka atau tidak.

Hujan adalah hasil sebuah perjalanan, dari mata air, menelusuri kegelapan perut bumi, mengarungi lika liku sungai diantara hamparan bebatuan, menyatu di samudra tak terhingga, menguap oleh kejayaan sang surya, untuk kemudian berjatuhan, memberi asa dan kehidupan.

Inilah rasaku, hujan.

-For you, the world of my rain-