Nyiur Di Pantai

Tersebutlah Nyiur, terlahir di pesisir pantai, memiliki mimpi menggapai angkasa, seperti kedua orang tuanya.
Tersebutlah Pasang, segerombolan ombak buas yang tak henti-henti menghantam pasir pantai, membabat siapapun yang bukan diri mereka.
Tak terhitung berkali banyaknya Nyiur dan teman-temannya terjatuh dan terseret Pasang, berdiri sedikit, terjatuh, hingga basah, kuyup, diiring suara tawa Ombak yang menggelegar di sepanjang pandang.
Tapi Nyiur tetap teguh pada mimpinya, untuk menggapai angkasa seperti kedua orang tuanya. Semakin banyak ia terjatuh semakin kokoh ia, semakin jauh ia diseret, semakin tinggi ia. Ada banyak temannya yang tak kuasa, lenyap terbawa ke tengah lautan sana, tapi Nyiur, tetap menatap angkasa.
Hingga pada suatu hari, Nyiur berhasil menggapai angkasa, seperti kedua orang tuanya. Sekejap ia menebar pandang ke penjuru Dunia yang terbentang di hadapannya lalu Ia pun menatap Pasang di bawah sana yang masih melakukan hal yang sama, menghajar siapapun yang tak sama, tak pergi kemana-mana, di bawah saja untuk selamanya.
*Menjadi nyiur tidaklah mudah, menjadi nyiur berarti menjadi yang lemah di hadapan yang punya kuasa, menjadi nyiur pastinya akan terjatuh, terseret, terluka, menangis. Tetapi seperti nyiur, tetaplah menatap angkasa, karena dengan begitu kita akan menatap dunia, berdiri tegak meninggalkan mereka yang tak kemana-mana.-
-Budaraa, 10/7/17-

Advertisements