5 Sekawan Pelesir ke Nepal Part 1-Kathmandu.

IMG_9463

Koaaakkk!!! Koaaakkk!!!

Suara puluhan gagak yang gak merdu sama sekali dan berisik (nanti ada yang lebih berisik, ikutin terus aja cerita ini) menyambut kehadiran gue di Roof Top Nepalaya Hotel tempat 5 sekawan menginap. Yak! Kami telah telah tiba di Nepal!! Negara yang baru 1 tahun lalu gue masukin ke bucket list gara-gara bukunya Antonius Wibowo yang berjudul Kembali Ke Titik Nol (very recommended book!).

IMG_9456

Waktu menunjukkan pukul 6.15 waktu Kathmandu, mentari baru saja muncul di ufuk timur (Nepal negara yang sangat cocok buat para sunrise hunter pemalas macam gue). Gue, Sangga, dan Adityo Karno (nama dia kudu lengkap soalnya ada yang manggil Adit ada yang manggil Karno) telah siap mengabadikan sang mentari Nepal dengan gadget masing-masing. Mentari di timur, bulan kesiangan di barat, bangunan-bangunan dengan dinding bata dari ketinggian adalah bahan hunting photo kami pagi itu.

IMG_9420

Kemana 2 sekawan lainnya? Mereka masih tertidur, mungkin kelelahan karena perjalanan malam sebelumnya, mungkin juga karena perbedaan usia…ups…Tapi gimana gak lelah? Kami tiba di bandara Tribhuvan pukul 20 lebih, terlambat 10 menit dari jadwal. Memasuki bandara yang cukup sederhana, kami terkejut dengan pelayanan pengajuan Visa On Arrival yang cukup modern, pengisian dara menggunakan komputer yang dapat men-scan passport untuk pengisian data. Wah keren juga nih, pikir gue. Tapi ternyata kekerenan itu cukup sampai di situ, untuk pembayaran visa 15 hari dengan biaya $ 25 kami harus mengantri panjang, karena setelah itu proses dilakukan dengan cara manual dan cukup beribet. Setelah dilayani oleh petugas imigrasi yang mukanya pada dingin sedingin mantan, barulah mimpi buruk dimulai.

IMG_9424

Proses imigrasi yang cukup memakan waktu (hampir 1 jam) membuat kami bercanda “jangan-jangan bagasi kita udah muter-muter tak berpemilik”. Ternyata, begitu sampai di tempat ngambil bagasi (gue lupa istilahnya) belum tampak sebatang pun bagasi dari pesawat kami. Hanya tampak sebuah koper hitam berkeliling berkali-kali kayak jomblo kehilangan arah. Setelah nyaris 2 jam kami menunggu tanpa kepastian, akhirnya bagasi kami pun muncul satu persatu, sepertinya petugas bandara ngangkut bagasi secara manual, sambil ngopi, makan gorengan, maenan path, marahan sama pacarnya sampe sempet ketiduran.

IMG_9433

Begitu semua bagasi selamat sampai di tangan, kami pun bergerak keluar bandara. Petugas pengecekan bagasi dengan malas memeriksa bagasi kami, bukan meriksa sih, cuma nanya “four?” “Yes four” “oke”….sesimple itu, yang mengingatkan gue pas ngelewatin gerbang pemeriksaan yang suka bunyi-bunyi. Kalau ditempat lain kita bakal diperiksa kalau alatnya bunyi, dipegang-pegang, diraba-raba, kalau di sini, dilirik pun nggak, kayak cinta telah hilang sama sekali, sedih….

Sesampainya di luar, udara cukup dingin menyergap, suhu udara pada saat itu sekitar 17 derajat celcius. Tidak sedingin yang kami kira, long john dan jaket tebal ternyata belum waktunya untuk menunaikan tugas. Kekhawatiran gue satu lagi, yaitu tentang Altitude Mountain Sickness tidak terbukti, gak ada pusing-pusing atau sesek napas, semua berlangsung normal.

Dengan mobil jemputan dari hotel yang mungil bermerek Suzuki (hampir seluruh mobil di Nepal kayaknya antara Suzuki atau Ford, dan semuanya kecil-kecil) kami dengan ugal-ugalan (gue akan ceritain tentang ini nanti) melewati jalanan Kathmandu yang sempit, berkelok-kelok, dan gak mulus. Sekitar pukul 22.30 kami tiba di depan Nepalaya Hotel, hotel di daerah Thamel yang dikenal sebagai surga backpackers.

Setelah melewati gang kecil yang membuat kami meragukan pilihan Sangga sebagai manajer perjalanan, sampailah kami di lobby hotel dan disambut oleh keramahan petugas hotel (ya iyalah masa petugas kamtib). Blablabla pengurusan administrasi check in, kami diantar salah satu petugas ke kamar hotel. Karena kamar kami di lantai 2, 4 orang memutuskan menggunakan lift, gue pake tangga, bukan karena sok sehat, tapi udah gak cukup liftnya, kecil banget! Lucunya, mereka yang naik lift barengan sampenya sama gue yang jalan ahahahaha.

IMG_9438

Barang-barang kami taruh sekenanya di kamar yang ternyata cukup bersih dan terawat, kami pun mencari makan malam ditemani Denise, petugas hotel berumur 17 tahun yang super ramah. Saat kami berkenalan, dia bilang nama gue, Sangga, dan Adityo Karno nama Nepalian banget. Gue bilang, and yours is not. Die cuma ketawa, dasar bocah, gue yakin nama asli dia bukan Denise, tapi Denehi nehi….halah. Saat berjalan menyusuri jalanan Thamel yang sudah gelap dan bernuansa “bronx”, gue pun menemukan…angkringan!! Ni Nepal atau Jogja sih sebenernya? Hampir gue secara spontan mau pesen nasi teri sama teh jahe panas, tapi ternyata yang dijual semacam sosis dan kawan-kawan sejenisnya. Ah kurang menggoda dan tampak gak terlalu mengenyangkan, jadi kami pun melanjutkan hunting makan malam.

IMG_9448

Akhirnya setelah melalui jejeran plang “blabla discotik”, “xyz pub”, “abc bar” dengan gambar perempuan seksi dan para lelaki yang dengan bahasa tubuhnya seperti mengajak masuk ke tempat-tempat nongkrong tersebut yang bahkan gak keliatan pintu masuknya dimana, pilihan makan malam akhirnya jatuh ke hotdog yang segede Gaban pada masa pertumbuhan, alias gak gede-gede amat tapi gak kecil juga. Yang bikin seneng bukan rasanya yang lumayanlah, tapi harganya yang cuma NPR 115 (sekitar 12 rebu perak dalam rupiah). Sambil makan Sangga nawarin rokok ke Denise, are you smoking? Tanya Sangga. Yes, kata Denise. Trus doi ambil sebatang rokok, nyalain, nyedot, trus ngomong “don’t tell anyone at the hotel that I’m smoking”. Kenapa? tanya Sangga. “Nobody knows”. Bahahahahaha…macam anak SMP ngerokok ngumpet-ngumpet.

IMG_9446

Kami pun makan sambil jalan pulang ke hotel, beberapa pemuda Nepal tampak nongkrong di pinggir jalan, ada yang tampak mabuk. Sangga pun bertanya kepada Denise “is this road save?”, “Yes” jawabnya, “until ten”….maksud loeeee?!!!

Malam pertama cukup mengesankan buat kami, memberikan firasat bahwa sepertinya dalam perjalanan kali ini kami akan menemukan berbagai macam pengalaman baru.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s