5 Sekawan Pelesir ke Nepal

IMG_9371

Setelah 8 bulan penantian, 2 kali offline meeting, 3 orang mundur (seharusnya tulisan ini berjudul 8 mas-mas gemas part II, tapi berhubung jadinya cuma 5 orang jadi terpaksa ganti judul), dan ratusan percakapan gak penting di group whatsapp, here we are (gue, Sangga, Adityo Karno, Arslan Yatim, dan Zoelcholid) di Terminal 3 bandara Soekarno Hatta menunggu flight ke Kuala Lumpur untuk kemudian menuju Kathmandu Nepal!! *gila ni kalimat panjang aja.

Saat ini pukul 11 kurang 4 menit, 39 menit lagi menuju jadwal penerbangan. Sambil selonjoran di kursi terminal, ingatan gue semacam flash back ke kejadian semalam. Nggak seperti biasanya barang-barang sudah gue siapin dari pagi, jadi malamnya gue tinggal packing. Jam 23.00 semua sudah ready, dan jam 00.00 gue memutuskan untuk tidur. Lumayan pikir gue, ada waktu 5.5 jam buat tidur nyenyak sebelum berangkat ke bandara menggunakan Damri jam 7 pagi nanti.

Tapi tak dinyana (gak disangka, kali2 aja ada yg gak ngerti. *jumawa), sepanjang malam sampai subuh gue terbangun sampai 5x, bukan karena gangguan syaiton yang terkutuk atau terlalu excited kayak jaman2 darmawisata dahulu kala, tapi karena perut gue mules semules2nya. 8 x total gue ke kamar mandi hingga pagi, sehingga menimbulkan dillema antara apakah gue memaksakan berangkat, atau pasrah tergolek lemas di tempat tidur. Setelah menimbang2, akhirnya gue mengambil pilihan pertama, dengan alasan pilihan kedua gak laki banget! Lagian mosok setelah nunggu sekian lama trus KO menjelang garis finish? Not funny at all…cuma kamu yang lucu 😘 *colongan

Setelah minum norit segalon, dan minum teh pait (atas saran seseorang 😘) akhirnya perut gue rada mengurangi kadar anarkismenya dan berangkatlah gue ke terminal pasar minggu menggunakan ojek istimewa yang tak bisa ku duduk di mukanya tukang ojek. Begitu sampai, pas bus Damrinya mau berangkat, nunggu gue pipis aja dia gak mau, wc ada di dalem katanya…

Berangkatlah sang bus Damri membelah kemacetan jalan Pasar Minggu di pagi hari. Macetnya sih masih gak apa2, tapi di dalem bus dinginnya gokil!! Gue berasa ikan baru ditangkep yang langsung dilempar ke tumpukan es batu.

Akibat dingin yang tak terkira, beserlah gue, untung perut masih mogok demo. 3 x gue ke wc di bus yg gelap gulita, segelap apa? Segelap harapan Aceng Fikri menjadi presiden RI. Seriusan segelap itu.

Jam 9 lebih dikit sampailah gue di Terminal 3, ada kejutan menanti. Ternyata Zoelcholid memutuskan untuk jadi ikut setelah 3 hari ngilang dari group yang sekaligus menunjukkan gejala doi gak jadi cabut. Bahkan hingga h-1 kita semua pasrah kalau dia ternyata beneran batal. Berempat lebih baik daripada sendiri, walaupun empat angka jelek menurut feng shui.

Nah sekarang, saat ini, kami semua lagi nunggu pesawat yang katanya delay 20 menit. Dengan mata mengantuk, dan perut yang masih nyantai, gue berharap perjalanan ini akan membaik.

Let’s see….

Advertisements

4 comments

  1. aprodianne · November 7, 2014

    Ramaaa… lu blm nyampe sana udh diare? bawa obat diare kan? gk enak banget pas jalan2 trus sakit. GWS raammm… jgn mkn & minum yg macem2 di sana…

    • ceritanyarama · November 7, 2014

      Hahahahahaha iyaaa nihhh…udah bawa….gak lah, paling semacem dua macem…hehe…thanks anneee

  2. Budy Jullianto · November 7, 2014

    Wih, Nepal my dream destination *nangis di pojokkan*
    Om Rama nanti boleh tanya2 soal trip kesana yak!! Nyonyek itinerary contohnya. Tengs

    • ceritanyarama · November 7, 2014

      Hehehe iya oommm..dengan senang hati dicontek…kapan2 kita ngobrol2 yaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s