8 Mas-mas Gemas di Nepal, Part I

nepal_2117497b

42 hari lagi menjelang keberangkatan 8 Ksatria Madangkara/8 Penjelajah Ketinggian/8 om-om ganteng/8 Pria Jomblo dan merasa Jomblo/8 Mas-mas Gemas (sampai tulisan ini ditulis belum nemu nama yang tepat) menuju NEPAL!

Gue pribadi tadinya mengenal Nepal cuma dari benderanya yang gak kayak bendera negara tapi lebih mirip sama bendera di karnaval atau festival, atau bahkan acara ulang tahun anak tetangga yang baru menginjak umur 5 bulan (iya orang tua jaman sekarang emang suka lebay). Dulu waktu jaman SD pas ulangan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial gue paling suka kalau ada soal tentang bendera Nepal, hapal banget gue. Asal jangan ditanya siapakah orang super duper creative dibalik bentuk bendera yang unik itu? Eh, menemukan sang penemu bendera kayaknya bisa jadi tema perjalanan ini ya? Kita kasih judul “Finding the Flag Man”.

Selanjutnya gue tahu lebih banyak tentang Nepal dari buku “Titil Nol” karangan Agustinus Wibowo (ini buku wajib baca!! kenapa? baca aja sendiri) yang bercerita tentang Kathmandu sebagai kota surga backpackers, dengan kota tua dan para biksu berwarna-warni nan eksotisnya, dengan pemandangan super gokilnya, dengan kehidupan yang super lambatnya (gue kebayang jogja, versi dinginnya). Sejak membaca buku ini gue menjadi tertarik terhadap negara yang berada di kaki gunung Himalaya ini. Oke, gue masukin ke bucket list, pikir gue saat itu. Entah kapan, pokoknya gue mesti ke sana. Entah kapan karena bener-bener gak kebayang mau ngajak siapa, kesananya gimana, pokoknya pengen aja dulu deh.

Sampailah suatu malam gue dan beberapa teman lagi nyuci mobil bareng. Iya saking kompaknya nyuci mobil aja mesti barengan, Tiba-tiba!! *jeng jeng!! Zoom in zoom out..halah…salah seorang temen gue yang bernama Susangga Sangga (bukan orang sunda) tiba-tiba nyeletuk “Ke Nepal yuk, ada tiket murah nih”. Belum sempat gue mikir sedetikpun atas tawaran tersebut temen gue satu lagi yang bernama Zoelcholid membalas “Ayok, kapan?”. Gokil, temen gue yang satu ini emang super impulsif. “November, cuma 3jutaan nih pp” jawab Sangga. “Berangkat! kita ajakin siapa lagi ya? Loe ikut kan Ram?” sang super impulsif berkata lagi. “Ntar gue mikir-mikir dulu deh” jawab gue. Emang sih pengen banget, tapi kan shock juga kalau belum lama masukin ke bucket list tau-taunya udah mau jalan aja. Kayak baru aja PDKT eh udah langsung diajak nikah.

Setelah berpikir panjang, tentang duit (lagi kere saat itu, saat ini juga sih), tentang apa yang bakal terjadi selama masa penantian (itu ajakan di bulan maret, ada 8 bulan dimana bisa terjadi apapun diantaranya yang bisa bikin rencana perjalanan ini batal seperti kerjaan lain yang nilainya 100 M, maskapai penerbangannya bangkrut, Nepalnya bubar, Himalaya mencair, dapet pacar baru, dan lain-lain. Who knows right?), dan tentang-tentang lainnya akhirnya gue memutuskan “ah bodo amat, beli aja dulu tiketnya. Nanti gimana nanti, karena masa depan kita gak pernah tau, mau beli sekarang berangkat besok aja masih bisa batal. So I decided to go to Nepal!!

Ajak sana-sini buat nyari temen seperjalanan akhirnya terkumpullah 5 orang lain lagi. Ada Acel yang pertanyaannya cuma 1 “ada spa gak?” (metroseksual banget anaknya), ada Arslan (Ganteng, tajir, jomblo karena change focusnya lama *inside joke), ada Adityo Karno (gue yakin sampai sekarang dia gak ngerti kenapa bisa ikutan, impulsif juga anaknya), ada om Budi dan om Indra (temennya Zoelcholid yang katanya Anak Gunung Sejati, sampai sekarang gue belum pernah ketemu mereka)

6 bulan sudah kami lewati penantian ini, tinggal 1 bulan lebih sedikit menuju tanggal keberangkatan. Akhirnya kamipun memutuskan untuk rapat. Selama ini segala sesuatunya hanya melalui whatsapp dan email. Pembicaraan mengenai beli sepatu ini, beli jaket itu, beli tas ono, jalan ke tempat sana, sepedaan nyusur itu ini, terlalu absurd dan perlu diluruskan.

Rapat kemarin malam dimulai dengan itinerary. “Jadi kemana aja kita?” tanya forum. Dijawab oleh Sangga “jadi email gue gak dibaca?!”, anak ini emang detail banget orangnya dan jadi satu-satunya orang yang bener-bener peduli tentang mau ngapain aja selama di Nepal. Yang lain pengennya sih terima beres hihihihi. Ya iyalah yang ngajakin kan mesti yang ngurusin juga.

Rapat berlangsung seru, ada ide mampir ke Bhuttan demi bertemu permaisuri nan cantik jelita yang konon bersama sang Raja gemar berkeliling negeri hanya sekedar untuk menyapa rakyatnya dan mengetahui segala persoalan di negerinya, kayak negeri dongeng ya?. Ada lagi ide mampir ke Ladakh, tempat scene terakhir di film Three Idiots yang super keren diambil. Bhuttan akhirnya kami drop karena informasi yang gue dapet salah. Katanya bisa lewat jalan darat cuma 3 jam, ternyata berbatasan pun nggak, kalau mau ke Bhuttan dari Nepal mesti lewat India, yang artinya entah berapa lama. Mesti naik pesawat yang harganya sekitar 3 juta pp ditambah selama di Bhuttan wajib mengambil paket wisata sebesar minimal $250 per hari dimana $60 nya diperuntukkan untuk kesejahteraan rakyat Bhuttan seperti sekolah, infrastukrur, dll. Keren ya Bhuttan ini? Ladakh pun belum dipustuskan, karena perjalanan darat menuju ke sana memakan waktu belasan jam dengan jarak 1000++ KM. Bisa juga pakai pesawat ke Delhi, lalu naik pesawat lagi ke Leh.

Akhirnya diputuskan option A tetap jelajah Nepal dengan kota-kota tujuan Kathmandu, Bhaktapur, Pokara, dan Sarangkot. Dengan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan seperti city tour, paragliding, trekking selama 3 hari tersusunlah budget sebesar $728 include penginapan, makan dan transport.

Ah, we are getting close!! See you Lake Phewa, see you Devi’s Fall, see you Peace Pagoda, see you Durbar Square, see you sunrise at Sarangkot!! *sambil baca itinerary.

And see you all dengan cerita-cerita selama perjalanan kami di NEPAL!!

Advertisements

One comment

  1. aprodianne · September 26, 2014

    Gw akan stay tune di sini 😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s