Cerita iPhonesia Day Out 3 bareng NISSAN – Day 1

photo-5

“Bego lu!!”, suara dari seorang Japra (bukan nama sebenarnya) menggema di tengah-tengah hutan pinus dengan semburat mentari pagi menyeruak di antaranya. Apa yang sebenarnya terjadi?

Sabtu pagi, 6/9/2014, pukul 05.00 WIB, satu persatu iPhonesian bermunculan di iPhonesia Headquarter. Ada yang dateng sendiri, ada yang berdua naik taxi cowok dua-duanya (bromance banget yang ini), ada yang ramean diiringi keluarga, tetangga, dan handai taulan (kayak mau naik haji). Matahari belum menampakkan wujudnya, tapi keadaan saat itu cerah ceria oleh wajah mereka yang bersinar-sinar. Entah karena cuci muka pakai kangen water, entah karena bakal ketemu modusan, yang pasti mereka semua tampak bersemangat untuk mengikuti rangkaian iPhonesia Day Out 3.

Setelah beberapa dari mereka shalat subuh berjamaah (nah, anak2 iPhonesia emang alim2, meski tetep jomblo juga sih) dan menyantap nasi uduk yang disediakan oleh panitia, saatnya berangkat menuju Tangkuban Perahu.

Dalam iDO3 kali ini panitia menyediakan Bus yang super nyaman sebagai alat transportasi. Bayangin, ada colokan listrik untuk setiap penumpang (penting banget ini!), ada coffee maker (kurang indomie maker aja), bisa karaoke dengan 1 juta lagu, sampe smoking room lengkap dengan LCD TV aja ada. Bener-bener dimanjain deh, soalnya panitia tau banget para peserta ini pada kekurangan kasih sayang.

Jam menunjukkan pukul 06.30 saat roda bis mulai menjejaki aspal jalanan diiringi 3 mobil NISSAN yang kembali menjadi sponsor acara ini. Entah apa yang terjadi dalam bis selama perjalanan (gue kebagian nyupirin salah satu mobil Nissan sambil kepaksa dengerin curhatan Sangga *juga bukan nama sebenarnya), tapi berdasarkan report melalui line group sepertinya para peserta menikmati perjalanan sambil menikmati snack yang disediakan.

Kurang lebih pukul 10 siang, sampailah mereka di kaki Gunung Tangkuban Perahu. Lagi-lagi gue gak bisa ikut seru-seruan karena harus mengurus sesuatu di Grafika Cikole, tempat kami menginap malam nanti.

Setelah lewat 1 jam dari waktu yang ditentukan, akhirnya para peserta tiba di Grafika. Wajah mereka tampak kelelahan. Gue nanya kenapa kok mukanya kayak rendeman cucian? Ternyata mereka memilih untuk trekking daripada menuju Tangkupan Perahu memakai bis. Trek yang menanjak melewati jalan setapak ternyata membuat mereka kehabisan nafas, dan hampir kehabisan harapan akan masa depan. Untungnya mereka masih muda, dan gak kehilangan semangat untuk seru-seruan. (Cek #iPhonesiaDayOut3 di Instagram untuk ngeliat keseruan mereka).

photo-11

Makan siang tandas dalam hitungan detik (kira-kira 600 detik lah), saatnya menuju tempat kami menginap. 10 menit dari tempat makan, mulai tampak di hadapan kami tenda-tenda berwarna-warni berdiri di antara pepohonan. Ya, dalam iDO edisi ketiga ini panitia memutuskan untuk camping, kembali ke alam, menikmati kesegaran udara, sekaligus menghangatkan kekeluargaan dalam dinginnya suasana pegunungan.

photo-6

Setelah beristirahat sejenak, dua jenak, dan barang-barang bawaan rapih tersimpan dalam tenda beralaskan matrass empuk (jangan bayangin tendanya seperti tenda saat Perjusami, yang kalau tidur berkalang tanah dan rerumputan liar. Ini camping “modern” dgn beton sebagai lantai tenda), MC paling hits di iPhonesia, Rhova Aristo, memanggil peserta untuk segera memulai kegiatan kedua pada hari itu, yaitu NISSAN Photo Shoot.

NISSAN Photo Shoot kali ini dikemas ala-ala photo race. Belum tau photo race? KASL (kemana aja sih lo?). Googling deh, atau baca-baca di webnya iPhonesia, seru banget loh. Back to topic, 2 Mobil NISSAN Grand Livina dan 1 NISSAN March sebelumnya telah diposisikan sedemikian rupa oleh panita di 3 titik di dalam hutan pinus. Pertama-tama peserta yang telah dibagi menjadi 6 kelompok diwajibkan mencari  petunjuk yang berisi plat mobil yang disembunyikan di sekeliling perkemahan. Setelah masing-masing ketua kelompok berlarian kocar-kacir untuk mendapatkan petunjuknya, giliran anggota kelompok yang lain berlarian mencari mobil dengan plat nomer yang sesuai dengan petunjuk yang mereka dapatkan.

Di masing-masing mobil telah disiapkan 2 tugas yang harus diselesaikan. Setelah diselesaikan, maka peserta harus mencari…ah…I’m not gonna bore you with the detail, you’ll not understand anyway kalau gak ikutan langsung. So singkat kata singkat cerita, ada 6 tubas yang harus diselesaikan oleh massing-masing kelompok yaitu mengambil photo dengan tema: Fly with NISSAN (Photo Levitasi), The Best Angle (you know lah ya maksudnya), Crazy Things (main gila sama NISSAN), NISSAN Corner (moto sudut-sudut NISSAN sekaligus ngasah kemampuan Automotive PhotoGraphy), Feel the inside (karena inner beauty itu pending..halah..), dan NISSAN Cover Photo (photo ala-ala cover majalah Gadis).

photo-8

photo-9

photo-10photo-12

Keenam tugas tersebut berhasil membuat suasana hutan pinus menjadi riuh rendah dengan teriakan-teriakan dan gelak tawa. Ada peserta yang sampai naik ke atap mobil, gelantungan di kaca, nyusun kalimat gak bener-bener (harusnya For Every Excitement in Life sesuai dengan tema iDO 3, ini ada yang nyusun jadi: Every For Excitement Life in, Excitement in Every For Life, dan ratusan kombinasi ngaco lainnya *iya woky, group loe!), sampe nyuruh-nyuruh panitia geser-geser mobil (Ucok!! mau-maunya kau disuruh-suruh, bikin malu mamak kau saja!). Alhasil, setelah semua tugas terselesaikan, mobil NISSAN yang tadinya kinclong jadi penuh dengan sidik jari, kalau ada pembunuhan pasti penyidiknya puyeng 7 keliling. Maafkan kami para barbar ini wahai sponsor.

Mari kita fast forward cerita kita supaya gak kepanjangan. Tugas selesai, peserta diwajibkan untuk mengupload photo-photo yang sudah diambil paling lambat jam 11 malam (luckily sinyal cukup bersahabat walau gak akrab-akrab banget), makan malem, lalu tibalah pada acara yang ditunggu-tunggu pada penghujung hari itu, api unggun!!

photo-7

Pukul 20.00 WIBL (waktu indonesia bagian lembang), kami telah berkumpul di sekitaran api unggun. Cahaya kemerahan dari api yang membakar kayu yang gemeretak terkena panas menghangatkan suasana malam yang dingin, andai dia ada…eh…hampir kelepasan curhat. Tujuan utama dari acara ini adalah malam keakraban, agar kami para iPhonesian dapat lebih saling mengenal satu sama lain. Maka setelah didaulat oleh MC kondang kita, gue menceritakan sedikit tentang asal muasal iPhonesia, tujuannya, misinya dalam mengembangkan dunia mobile photography di Indonesia dan membentuk keluarga baru dari padanya (aish keren gak bahasa gue?), dan blabliblu lainnya yang bahkan gue sendiri gak inget saking groginya.

Puncak acara api unggun kali ini diakhiri dengan perkenalan. Bukan sembarang perkenalan biasa, tapi dikemas sedemikian rupa sehingga menyenangkan sekaligus membingungkan. Gimana gak membingungkan? Ucapan perkenalan harus persis sama: Halo nama saya blablabla, IG saya blablabla, saya ingin bekenalan dengan *tunjuk orangnya. Simple? nggak! Masalahnya yang ditunjuk harus membalas dengan: Terima kasih blablabla (nama orang yg nunjuk), nah disinilah letak permasalahannya, banyak nama-nama yang panjang dan suit dihapal, kayak nama: Karel Joriza jdkdag jdfgdfa, Deasy jdfhfal bjddsfl Lancang, dan nama-nama aneh bin ajaib bin panjang minta ampun lainnya. Jadilah kami semua mentertawakan orang yang kesulitan menyebut nama temannya, ketawa aja dulu padahal kalo ditunjuk gagap juga.

Acara perkenalan itu berhasil mendekatkan satu sama lain, peserta yang baru pernah ikutan acara iPhonesia yang tadinya masih kikuk jadi mencair, yang tadinya jaim jadi amnesia akan rasa malu. Kami semua menutup hari pertama iPhonesia Day Out 3 dengan tawa yang menggema ke seluruh penjuru perkemahan diiringi oleh sayup-sayup dangdut di kejauhan (gak jauh sih sebenernya, persis di sebelah perkemahan kita bok). Jangan tanya kenapa di perkemahan ada dangdutan, gue juga gak ngerti, absurd.

Akhirnya waktu tidur pun telah tiba, dangdutan telah usai, suasana hening melingkupi perkemahan. Rasa lelah setelah menjalani berbagai kegiatan sedari pagi terkalahkan oleh rasa bahagia. Bagaimana gak bahagia? melakukan perjalanan, menciptakan keseruan, tertawa, dan beristirahat bersama keluarga dalam suasana yang penuh kedamaian. What a day, what a bless. Thank you God adalah kalimat terakhir yang gue ucapkan di hari itu.

Lalu “Bego Lu!” tadi itu apa? Itu ada di hari kedua, stay tune untuk tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s