Geng Logistik Punya Cerita – Pengenalan Tokoh.

Gue mau bikin serial cerita (atau cerita serial sih yang bener?) tentang persahabatan sekumpulan anak-anak muda yang berkuliah di salah satu Universitas di Kota Bandung. Mereka menamakan diri mereka Geng Logistik, gak keren emang, wong mereka emang gak keren, tapi cerita-cerita yang terjadi di antara mereka tak terlupakan semua, at least buat mereka sendiri. Sebelum ceritanya dimulai, kita berkenalan dulu yuk dengan tokoh-tokohnya.

Ranggha (sumpah bukan nyontek dari AADC)

Pemuda perantauan yang berasal dari salah satu kota kecil di Jawa Barat ini berbadan tinggi kurus. Memiliki hobby main basket dan jatuh cinta, iya itu hobbynya dia, antara hatinya tahan banting atau ndableg, entah. Meski berasal dari keluarga broken home (bukan artinya gentengnya pecah atau dindingnya retak ya), tapi dia gak lari ke obat-obatan, maksimal dia lari ke Decolgen atau Panadol.  

Boci (iya kependekan dari itu)

Nah kalau ini asli urang Bandung. Sesuai namanya dia hobbynya bobok ciang, bukan cuma ciang sih, cole, mayem, cubuh, tidur mulu kerjaannya. Dia bangun cuma kalo lagi main game. Lah gak kuliah? Kuliah dong, namanya juga mahasiswa, kalo lagi khilaf tapinya hihihi. Kalau Ranggha tinggi kurus, Boci lebih tinggi, lebih kurus. Rambut gondrong, jeans belel, kaos gak mau kalah sama jeans. Ngeliat Boci dari jauh, kayak ngeliat tiang bendera yang benderanya gak pernah diturunin dari tahun 1945. 

Wataw! (iya kayak bruce lee)

Wataw, orang Jawa lama di Palembang. Karena perpaduan dua budaya itu, Wataw menjadi pribadi yang unik. Berkat darah Jawanya, Wataw kalau ngomong pelan banget, angin sepoi-sepoi dipakein slow motion 50x aja kalah pelan, tapi sekalinya marah, Palembangnya keluar. Segala empek-empek beserta kuahnya yang manis pedas itu bisa dilempar sama dia. Secara usia dia paling muda, tapi secara kedewasaan, 6 bulan lebih tua. 

Gembel (oke ini nama asli sekaligus samaran, bingung? sama…)

Pemuda bertubuh kurang tinggi ini, untuk menghindari kata pendek, berasal dari sebuah kota di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah. Kenapa namanya Gembel? karena baik kelakuan dan gaya fashion ya mirip gembel. Boci kan udah kayak gitu tuh, nah ini 1 tingkat di atasnya. Ke kampus pakai sendal jepit swallow, pakai tas selempang berbahan kantong terigu bekas OSPEK, dan jarang mandi (ini fiksi ya, inget ini fiksi, meskipun ada kesamaan peristiwa, tapi ini fiksi, jadi kalau ada yang ngerasa gak boleh protes). Meski tubuhnya paling rendah, untuk menghindari kata pendek lagi, tapi akalnya panjang. Saking panjangnya suka kadang bingung dia pinter apa culas.

Osel (bukan merek baju, itu mah Ossela)

Mungkin karena dia berasal dari kota hujan, jadi badannya tinggi besar, dagunya juga subur. Kayaknya dari kecil sering kehujanan dan terpapar pupuk kompos. Osel yang merupakan singkatan dari Otak Selangkangan ini jarang ngomong, kalau ngomong ya itu bahasannya, selangkangan. Beraut wajah 5 tahun lebih tua dari umurnya dan berjanggut 10 tahun dari semestinya, dia ini kadang-kadang bisa bijaksana juga, kalau lagi mabok. Aneh gak? kalo waras omongannya ngaco, kalo lagi ngaco omongannya waras. 

Wahab (gak ada penjelasan)

Wahab ini orang Batak, lama di Sunda, bermuka Arab. Perpaduan yang lebih parah dari si Wata. Bayangin, Mukanya Arab, idung gede, kulit gelap, mata belo, tapi pemalu kayak orang sunda. Bataknya mana? nah dia laper melulu bawaannya. Kalimat paling hits dari mulutnya adalah “Makan yuk, gue dah gemeteran nih”. No wonder, diantara semua dia yang duluan buncit. Wahab ini sohibnya Boci, kemana-mana berdua kayak spion motor. Dua-duanya pendiem, doyannya tidur juga. Kalau lagi berdua kebayang percakapannya gini: 

A: “Hai”

B: “Hai”

A: “Sare ah” *tidur ah

B: “Urang oge” *gue juga

Matakna jadi akrab teh pedah kitu meureun nya? (moal ditranslate ku urang mah siah, meh usaha saeutik maraneh teh)

Pikli (nama hampir sebenarnya)

Dia kalau dari jauh, kayak kembaran sama Gembel. Tapi kalau dari deket, tinggian Pikli dikit. Manusia dari Riau sonoan dikit ini tergolong paling bungsu (bungsu emang ada paling?) bergabung dalam Geng ini. Meski dia bontot, tapi paling gak mau kalah, hobbynya debat, segala macem dari soal cewek ampe presiden, ampe rasi bintang didebat sama dia. Semboyan dia kayaknya “pantang mundur sebelum menang”, soalnya kalah melulu hihihi.

Rula (sama, nama hampir sebenarnya, mulai gak kreatif)

Pemuda bermata sendu ini adalah yang paling bandel dalam artian bandelnya anak muda. Minuman keras dan tembakau aceh adalah penganan sehari-hari, jangan-jangan bukan mata sendu tapi mata beler. Mencari dia sangat gampang, cari aja di kamar kostnya yang deket kuburan, pasti ada di situ. Tapi walaupun bandel, dia baih hatinya dan penurut. “Rul kesana yuk” “Yuk”, “Rul kesini yuk” “Yuk”, “Rul, Jump!” “Guk!”…loh?……

Tita (Bukan cewek, jangan seneng dulu)

Kenapa namanya Tita? karena dari perilaku dia paling baik, paling sopan, paling berbakti kepada orang tua. Cowok dengan sifat wanita ya dia ini, untungnya gak sampai gemulai sih. Tita ini salah satu manusia paling lempeng, anak-anak lagi judi di lorong kampus, dia cuma ngeliatin terus pamit “Urang balik heula nyak, kudu jemput indung euy” (gue pulang dulu ya, mesti jemput ibu euy). Cowok-cowok yang lain menatap terpana, gokil ini anak, pasti masuk surga. Sayangnya, cewek-cewek gak ada yang terkesima, mungkin pada saat itu mereka kurang makan wortel. 

Renso (bukan, bukan typo, beneran Renso bukan Rinso)

Mantan anggota geng motor yang ditakutkan di Bandung pas dia masih SMA. Begitu kuliah, gak ada tanda-tandanya tuh, curiganya dia anak geng motor yang dibonceng. Soulmatenya Tita, dua orang ini lebih seperti biji dibanding Boci dan Wahab. Sampai sempat berhembus gosip bahwa mereka……kakak adik….tapi dengan segera gosip tersebut dimentahkan karena mukanya gak mirip sama sekali. 

Yak demikianlah pengenalan tokoh-tokoh dari kisah Geng Logistik ini, masih banyak tokoh lainnya tapi saya sebagai penulis sudah pegel ngetik dan mau meeting. 

Ikutin terus petualangan mereka, bakal banyak cerita lucu, sedih, tawa, tangis, pengkhianatan, percintaan, dll. Mudah-mudahan gue inget cerita-cerita mereka (eh tapi inget, ini fiksi!)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s